Mengenal Teknologi 5G


apa itu 5G
jaringan 5G

pediainfo - Kehadiran teknologi 5G sebagai penerus 4G LTE sudah semakin dekat, sejumlah negara sudah mulai menerapkan teknologi ini. Namun masih banyak pertanyaan mengenai teknologi terbaru ini.

Wajar saja memang, 5G disebut bakal mempunyai dampak besar terhadap kehidupan orang di dunia. Banyak teknologi baru yang diklaim bisa dimungkinkan dengan kehadiran 5G, seperti mobil otonom, drone, internet of things (IoT), dan masih banyak lagi.

Berikut adalah sejumlah mitos mengenai teknologi 5G.


Radiasinya Tinggi?

Salah satu hal yang paling ditakutkan dari 5G adalah radiasi dari sinyal radio yang dipancarkan, di mana radiasi tersebut bisa menyebabkan kanker. Laporan dari World Health Organization pada 2011 menyebut radiasi ponsel seharusnya didaftarkan sebagai salah satu sumber karsinogen ke manusia.

Lalu pada 2016, sebuah penelitian yang didanai pemerintah AS menyebut adanya hubungan antara radiasi dari frekuensi radio terhadap kanker di tikus. Selain itu, ada sejumlah ponsel populer seperti iPhone dan Samsung Galaxy yang diduga melewati batas radiasi yang ditetapkan oleh FCC.

Namun, tudingan radiasi ponsel menyebabkan kanker mungkin berlebihan. Karena banyak hal lain di sekitar kita yang juga mempunyai bahaya karsinogen. Pada 8 Agustus lalu, Chairman FCC Ajit Pai menyebut ponsel yang ada saat ini  termasuk 5G  aman untuk digunakan.

Apakah 5G bakal menggantikan 4G? Apakah perlu ponsel baru?

Untuk mengakses 5G tentu dibutuhkan ponsel yang mendukung jaringan terbaru ini. Namun hal ini tak membuat Anda harus buru-buru mengadopsi teknologi terbaru itu. Sebabnya, saat jaringan 5G sudah mulai digulirkan, mungkin jaringannya belum terlalu baik yang membuat jaringan 4G masih tetap lebih kencang dibanding 5G. Ditambah lagi, 5G memang tak dihadirkan untuk menggantikan 4G secara keseluruhan.

GSMA Intelligence melaporkan, pada 2025 mendatang 15% koneksi mobile secara global bakal terjadi lewat jaringan 5G. Pada tahun yang sama, penggunaan 4G LTE bakal menjadi 59%, meningkat dari 43% pada 2018. Jadi, 5G memang tak akan menggantikan LTE, berbeda ketika 4G hadir menggantikan 3G.

Bahkan, ponsel yang hanya bisa mengakses 4G pun bisa saja mendapat tambahan kecepatan saat jaringan 5G mulai digulirkan. Alasannya dua, yaitu dynamic spectrum sharing (DSS) dan carrier aggregation.

DSS diperkirakan akan hadir di Amerika Serikat pada 2020, dan teknologi ini membuat operator bisa menggunakan spektrum yang sama di 4G dan 5G. Jadi, saat orang-orang mulai pindah ke 5G, jalur untuk 4G bakal tetap digunakan untuk perangkat rumah pintar dan pengguna yang belum pindah ke 5G. Keuntungannya, saat semakin banyak orang meninggalkan 4G, maka kapasitas jaringan dan kecepatan di 4G bakal meningkat.

Sementara carrier aggregation membolehkan penggunaan dua spektrum yang berbeda untuk satu pengguna. Dampaknya? Akan terjadi peningkatan besar-besaran dalam hal performa, kapasitas, dan tentunya kecepatan koneksi internetnya.

Secepat apa implementasinya?

Implementasi teknologi ini sepertinya tak bisa terlalu cepat. Amerika Serikat boleh saja sudah mulai menggulirkan jaringan 5G ini di sejumlah area. Namun kehadirannya masih terbatas di area tertentu, dan sisanya masih terbatas pada jaringan 4G.

Bahkan, masih banyak daerah pedesaan dan terpencil yang belum terjamah koneksi internet, apalagi koneksi internet kencang atau koneksi internet mobile. Kehadiran 5G ini malahan bisa memperbesar kesenjangan digital yang sudah ada saat ini.
Alfin Aswar saya alfin, seorang penulis blog pribadi

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Teknologi 5G"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel